Penulis: Nawawi, Muridan, Muhammad Ash-Shiddiqy
Cetakan Pertama, Mei 2026
viii + 155 halaman; 15,5 × 23 cm
Di tengah dunia yang terus berkembang dan semakin terhubung secara global, tantangan dakwah semakin kompleks. Perubahan sosial, budaya, dan teknologi telah mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan agama, dan dalam hal ini, dakwah harus mampu menjawab tuntutan zaman tanpa kehilangan esensinya. Sebagai sarana penyampaian ajaran Islam, dakwah kini tidak lagi bisa dianggap sebagai aktivitas sepihak yang hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi harus lebih inklusif, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Buku ini menawarkan perspektif baru tentang bagaimana seni dakwah yang lebih dekat dan membumi dapat memainkan peran penting dalam merawat moderasi dalam kehidupan beragama.
Konsep moderasi dalam beragama, yang belakangan ini semakin penting untuk ditekankan, bukan hanya berbicara tentang sikap menengah atau tidak ekstrem, tetapi juga tentang bagaimana kita sebagai umat Islam dapat menjaga keseimbangan dalam beragama, berkehidupan sosial, dan berinteraksi dengan sesama manusia. Melalui seni dakwah, buku ini mengajak kita untuk tidak hanya melihat dakwah sebagai kegiatan yang teoretis, tetapi juga sebagai sebuah bentuk ekspresi yang bisa meresap dalam hati masyarakat. Seni dakwah memiliki kekuatan untuk meruntuhkan sekat-sekat pemahaman yang sempit dan mempertemukan berbagai kalangan dengan pendekatan yang lebih humanis dan mudah dipahami.
Penulis dengan cermat mengolah ide-ide dalam buku ini dengan tujuan untuk memberikan pencerahan bagi pembaca tentang bagaimana dakwah yang berbasis seni dapat menjadi jembatan antara tradisi yang kaya dengan tuntutan zaman modern. Buku ini tidak hanya berbicara tentang teori atau konsep-konsep agama yang mendalam, tetapi lebih dari itu, penulis menghadirkan cara-cara praktis dalam menyampaikan pesan dakwah yang sesuai dengan konteks zaman sekarang. Buku ini mengajak kita untuk menggali berbagai bentuk seni, seperti seni berbicara, seni menyentuh hati, dan seni berinteraksi dengan masyarakat luas, yang dapat membawa kedamaian dan kesejukan dalam beragama.
Harapan kami, buku ini dapat memperkaya pemahaman dan memberi inspirasi bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam dunia dakwah. Lebih dari sekadar menyampaikan informasi atau ajaran agama, dakwah yang lebih dekat dan membumi akan memudahkan kita untuk mencapai pemahaman yang lebih luas tentang moderasi, toleransi, dan saling menghargai dalam keberagaman. Melalui seni dakwah, kita diingatkan kembali untuk memperlakukan sesama dengan penuh kasih sayang dan kebijaksanaan, tanpa terjebak pada rigiditas atau klaim kebenaran yang sempit.

0 Komentar