Dakwah Global dan Halal di Australia



Judul: Dakwah Global dan Halal di Australia

Penulis: Prof. Dr. H. Sulkhan Chakim, M.M Dr. Muhammad Ash-Shiddiqy, M.E Agus Husein As Sabiq, M.Pd Prof. Min Teah, Ph.D

Penerbit: Bimalukar Kreativa, Januari 2026

Tebal Buku: vii+232 Halaman, 15,5 × 23 cm

Dalam kajian-kajian keislaman kontemporer, halal sering kali dipahami semata sebagai ketentuan hukum normatif terkait konsumsi pangan. Namun, sebagaimana ditunjukkan dalam buku ini, halal sesungguhnya merupakan praktik sosial, simbol identitas, sekaligus medium ekspresi keagamaan yang berkelindan dengan relasi kuasa, regulasi negara, industri global, dan dinamika kehidupan diaspora Muslim. Di negara seperti Australia, isu halal tidak hanya menyentuh ranah privat umat Islam, tetapi juga berinteraksi dengan kebijakan publik, khususnya terkait kesejahteraan hewan dan praktik stunning dalam penyembelihan.

Buku ini secara menarik memposisikan praktik halal sebagai bentuk dakwah global yang tidak berlangsung melalui ceramah atau penyampaian verbal semata, melainkan melalui negosiasi regulatif, kerja institusional, dan praktik keseharian Muslim diaspora. Dengan pendekatan ini, dakwah dipahami sebagai proses representasi nilai-nilai Islam dalam ruang publik internasional yang plural, dialogis, dan terus berubah. Islam hadir bukan sebagai doktrin yang terisolasi, tetapi sebagai sistem nilai yang mampu berdialog dengan etika modern, hukum negara, dan logika industri global tanpa kehilangan prinsip normatifnya.

Keunggulan buku ini terletak pada kemampuannya memadukan perspektif keislaman, sosiologi pangan, studi diaspora, dan kajian dakwah internasional dalam satu kerangka analisis yang utuh. Pembaca diajak memahami bahwa praktik halal bukan hanya soal kepatuhan hukum, tetapi juga tentang pembentukan identitas, penguatan solidaritas komunitas, serta negosiasi keberagamaan di tengah struktur sosial yang kompleks. Dengan menjadikan Australia sebagai locus kajian, buku ini memperlihatkan bagaimana konteks minoritas Muslim justru membuka ruang kreatif bagi artikulasi Islam yang adaptif, inklusif, dan berdaya dialog tinggi.

Posting Komentar

0 Komentar