DIREKTUR PROYEK & EDITOR

M. Yusuf Amin Nugroho
PENULIS
Achmad Aristyan
Agus Wasonoputra
Andhika Dwi Nugroho
Dwi Putranto Bimo Sasongko
Erwin Abdillah
M. Yusuf Amin Nugroho
FOTOGRAFER
Agus Wuryanto
Mujiono
PENATA LETAK & ARTISTIK
Agus Wasonoputra
PERANCANG SAMPUL
Erwin Abdillah
PENERBIT
Bimalukar Kreativa, Juli 2026
v+125 halaman


Ensiklopedia Kebudayaan Wonosobo 2 ani adalah lanjutan dari jilid pertama yang diterbitkan pada tahun 2020. Jilid kedua ini mengulas dan memvisualisasikan empat bidang kebudayaan yang mencakup Mamuskrip, Bahasa, Permaninan Rakyat, dan Olahraga Tradisional

Setiap bab menarasikan secara ringkas empat bidang tersebut dilengkapi dengan foto dan ilustrasi. Tim penyusun ensiklopedia ini dihimpun dari berbagai bidang keahlian, termasuk diantaranya mewakili unsur pemerhati sejarah, budayawan, fotografer, pustakawan, jurnalis, serta akademisi.

Bab Bahasa memuat seluk-beluk dialek Wenosobo yang membuatnya unik sekaligus membedakannya dari dialek lain di wilayah Jawa Tengah. Selain diksi, bab ini juga membahas terkait morfologi bahasa yung membentuk dialek Wonosobo dengan keanekaragaman yang berkembang di tingkat desa maupun kecamatan.

Pembohesan tentang inventaris Manuskrip menyertakan foto naskah yang telah terdigitalisasi, meliputi naskah-naskah yang tersebar di berbagai wilayah di Wonosobo. Kebanyakan naskah tersebut berusia lebih dari satu abad.

Sementara itu, ada lebih dan 25 Olahraga Tradisional yang tercatat dalam buku ini. Kebanyakan sudah mulai dilupakan. Berbagai jenis olahraga seperti bela diri, olahraga air, hingga yang berupa formasi tarian dijabarkan beserta dokumenta fotonya.

Bagian terakhir mengulas tentang Permainan Rakyat yang akan membawa pembaca bertamanya menuju masa lalu, di mana anak-anak menghabiskan waktu di luar ruangan tanpa gangguan gawai. Permainan anak maupun dewasa, satu lawan satu, hingga beregu juga dijabarkan di buku ini

Dengan terbitnya Ensiklopedia ini, diharapkan pembaca semakin mengenal dan memahami memahami khasanah budaya Wonosobo melalui berbagai dokumentasi. Sahingga, generasi muda dapat menumbuhkan semangat untuk terus menggali dan menjaga kelestarian lokal di manapun mereka berada.